LAMPITAN

THE ONE AND ONLY THE ONE “Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya, mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (Q.S. az Zumar [39]: 18)

Rabu, 30 November 2011

Mandi Junub

Allah swt berfirman, “Apabila kamu junub, maka bersucilah.” (QS AlMaidah : 5) Imam Shadiq as berkata, “Mandi junub adalah wajib.” Ia berkata pula, “Barangsiapa dengan sengaja tidak mencuci sehelai rambutnya saja dalam mandi junub maka ia akan berada di neraka.” Imam ditanya, “Kapan seorang laki-laki dan perempuan wajib mandi?” Beliau menjawab, “Jika (zakar) telah masuk maka wajib mandi, membayar mahar dan rajam.” Dari cucunya, Imam Ridha as, “Apabila dua kemaluan telah bertemu maka wajib mandi.” Imam as ditanya tentang orang yang melakukan hubungan seksual dengan paha : apakah wajib mandi? Imam berkata, “Ya, jika ia mengeluarkan mani.” Imam as ditanya tentang wanita yang melihat apa yang dilihat laki-laki. Ia berkata, “Jika ia mengeluarkan mani, wajib atasnya mandi; jika tidak, tidak wajib mandi.” Fukaha : Junub adalah penyebab wajibnya mandi, terjadi karena dua hal : memasukkan kepala kemaluan laki-laki ke dalam vagina; dan mengeluarkan mani dengan cara apapun, baik memancar maupun tidak, dengan syahwat ataupun tanpa syahwat, dalam tidur maupun di waktu jaga. Dalam hal ini, ada hal yang perlu diperhatikan : Barangsiapa mimpi bersetubuh namun ketika bangun tidak mendapati bekas mani, maka ia tidak wajib mandi. Imam Ja’far as pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi dan merasakan nikmat dalam mimpinya, tapi ketika bangun ia tidak melihat air mani di pakaiannya atau di tubuhnya. Imam as berkata, “Ia tidak wajib mandi, sesungguhnya Ali as berkata, “Sesungguhnya mandi itu disebabkan oleh keluarnya air besar. Jika ia bermimpi, tapi tidak melihat air besar itu, maka ia tidak wajib mandi.”" Sebab-sebab Mandi Junub 1. Keluarnya mani dan cairan yang dihukumi mani, seperti cairan yang meragukan sebelum istibra’. Ciri-ciri mani adalah cairannya keluar memuncrat dengan syahwat dan setelah itu badan menjadi lemas, kecuali bagi orang yang sakit dan wanita cukup dengan adanya syahwat atau orgasme. 2. Jima’ (bersebadan), sekalipun tidak ejakulasi. Jima’ terjadi dengan masuknya bagian atas zakar (hasyafah) ke dalam vagina atau anus. Hukum-hukum Junub Perkara-perkara yang kesahannya tergantung pada mandi junub : 1. Shalat dengan semua macamnya kecuali shalat jenazah 2. Thawaf 3. Puasa Ramadhan dan puasa qadha Ramadhan artinya seorang yang dengan sengaja menunda mandi sampai waktu subuh, maka puasanya batal. Perkara-perkara yang diharamkan bagi orang yang junub : 1. Menyentuh tulisan Alquran, nama Allah, Sifat-sifat dan Asma-Nya, juga nama para nabi dan para imam. 2. Masuk ke dalam Masjid Al-Haram ( di Mekah dan Madinah) 3. Menetap di dalam masjid 4. Meletakkan sesuatu di dalam masjid sekalipun dari luar atau sambil lewat. 5. Membaca surat-surat ‘azhimah yakni surat Al-’Alaq, An-Najm, As-Sajdah, dan Fushilat. Perkara-perkara yang dimakruhkan bagi yang junub : 1. Makan 2. Minum 3. Membaca lebih dari tujuh ayat selain dari surat-surat ‘azhimah 4. Menyentuh kulit dan kertas Alquran 5. Tidur 6. Memakai daun pacar 7. Berjima’ 8. Membawa mushhaf. Cara-cara Mandi Junub 1. Niat. Dalam niat harus ikhlas 2. Membasuh permukaan kulit. - Jika ada penghalang sampainya air ke kulit maka wajib dihilangkan dan jika seseorang mempunyai rambut atau bulu yang tebal, maka wajib memasukkan jari-jarinya ke tengah rambut /bulu sehingga air sampai ke kulit. - Tidak diharuskan membasuh bagian dalam mata, hidung, telinga dan lainnya. 3. Tertib bagi yang mandi tartibi (yakni membasuh seluruh kepala, termasuk leher. Kemudian membasuh/menyiram badan sebelah kanan termasuk leher dan membasuh/menyiram badan sebelah kiri termasuk leher juga. - Kemaluan dan pusar masuk kepada dua bagian badan (kanan dan kiri) - Setelah tertib dilakukan sebaiknya membasuh/menyiram seluruh tubuh sekaligus. Syarat-syarat Mandi Junub 1. Air yang mutlak (suci dan menyucikan) 2. Air yang mubah (bukan air milik orang lain atau tanpa seizin pemiliknya) 3. Mandi sendiri (tidak dimandikan orang lain) kecuali bagi yang tidak mampu. 4. Tidak ada yang menghalangi penggunaan air, seperti sakit. 5. Tempat air yang suci. - Setelah mandi wajib tidak diwajibkan wudhu untuk shalat - Jika di tengah mandi wajib, keluar angin, sah mandinya, tetapi wajib wudhu untuk shalat. - Jika seorang yang junub shalat lalu ragu-ragu apakah sebelum shalat, mandi atau tidak, maka shalatnya dianggap sah. Tetapi untuk shalat berikutnya harus mandi lagi. - Jika banyak penyebab mandi baik mandi wajib ataupun sunnah, maka cukup mandi sekali saja untuk seluruhnya. Tujuan Mandi Pertama, untuk sahnya perbuatan seperti shalat dan bagian-bagiannya yang tertinggal karena lupa (kecuali shalat jenazah), thawaf, dan puasa di bulan Ramadhan dan puasa Qadha. Kedua, untuk diperbolehkannya atau tidak diharamkannya melakukan sebuah perbuatan seperti menyentuh nama (isim) Allah dan sifat-sifat-Nya yang tertentu, menyentuh nama para Nabi as. dan para Imam as., masuk ke dalam Mesjid Haram (di Mekah dan Madinah), menetap di mesjid-mesjid, meletakkan sesuatu di dalam mesjid, dan membaca surat-surat ‘Azhimah (yaitu surat yang mengandung ayat sajdah seperti surat An-Najm, Fushshilat, As-Sajdah dan Al-’Alaq). Catatan-catatan : 1. Jika ragu-ragu tentang bagian dari anggota-anggota mandi setelah melakukannya, seperti jika seseorang ragu-ragu tentang kesahan badan sebelah kanan setelah ia membasuhnya, maka anggaplah sah. 2. Jika seseorang berhadas kecil (seperti kentut, kencing, buang air) di tengah-tengah mandi, maka teruskanlah mandinya dan setelah mandi hendaknya wudhu. 3. Jika seorang yang sedang junub melaksanakan shalat, kemudian ragu-ragu apakah dia sudah mandi atau belum, maka anggaplah shalatnya sah dan hendaknya mandi untuk melakukan shalat-shalat berikutnya. Tetapi jika keraguan itu muncul di tengah-tengah shalat, maka shalatnya batal dan wajib baginya mengulangi shalat setelah mandi. 4. Segala jenis mandi tidak bisa menggantikan wudhu kecuali mandi junub. 5. Seorang yang pada badannya terdapat jabirah (luka yang dibalut / diperban) kemudian dia berhadas besar (seperti junub), maka hendaknya dia mengusapkan air ke atas jabirah itu dan membasuh anggota badan yang sehat dan hendaknya mandi secara tartibi, bukan irtimasy FIQIH | NURMADINAH.COM |MARCH 23, 2010 AT 21:18

Selasa, 19 Juli 2011

Fatwa Qardhawi: Fitnah dan Suara Wanita

Selasa, 12 Juli 2011 20:56 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Sebenarnya tidak ada satu pun agama langit atau agama bumi, kecuali Islam, yang memuliakan wanita, memberikan haknya, dan menyayanginya. Islam memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai manusia. Islam memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai anak perempuan.

Islam memuliakan wanita sebagai manusia yang diberi tugas (taklif) dan tanggungjawab yang utuh seperti halnya laki-laki, yang kelak akan mendapatkan pahala atau siksa sebagai balasannya. Tugas yang mula-mula diberikan Allah kepada manusia bukan khusus untuk laki-laki, tetapi juga untuk perempuan, yakni Adam dan istrinya.

Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun nash Islam, baik Al-Qur'an maupun sunnah, yang mengatakan bahwa wanita (Hawa) yang menjadi penyebab diusirnya laki-laki (Adam) dari surga dan menjadi penyebab penderitaan anak cucunya kelak, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Perjanjian Lama. Bahkan Al-Qur'an menegaskan bahwa Adam-lah orang pertama yang dimintai pertanggungjawaban. (Surat Thaha: 115-122).

Namun sangat disayangkan masih banyak umat Islam yang merendahkan kaum wanita dengan cara mengurangi hak-haknya serta mengharamkannya dari apa-apa yang telah ditetapkan syara'. Padahal syariat Islam sendiri telah menempatkan wanita pada proporsi yang sangat jelas, yakni sebagai manusia, sebagai perempuan, sebagai anak perempuan, sebagai istri, atau sebagai ibu.

Bagaimana bisa terjadi diskriminasi seperti itu, sedangkan Al-Qur'an selalu menyejajarkan Muslim dengan Muslimah, wanita beriman dengan laki-laki beriman, wanita yang taat dengan laki-laki yang taat, dan seterusnya. Sebagaimana disinyalir dalam Kitab Allah.

Mereka juga mengatakan bahwa suara wanita itu aurat, karenanya tidak boleh wanita berkata-kata kepada laki-laki selain suami atau mahramnya. Sebab suara dengan tabiatnya yang merdu dapat menimbulkan fitnah dan membangkitkan syahwat. Ketika kami tanyakan dalil yang dapat dijadikan acuan dan sandaran, mereka tidak dapat menunjukkannya.

Apakah mereka tidak tahu bahwa Al-Qur'an memperbolehkan laki-laki bertanya kepada istri-istri Nabi SAW dari balik tabir? Bukankah istri-istri Nabi itu mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang lebih berat daripada istri-istri yang lain, sehingga ada beberapa perkara yang diharamkan kepada mereka yang tidak diharamkan kepada selain mereka?

Namun demikian, Allah berfirman: "Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir..." (QS Al-Ahzab: 53)

Permintaan atau pertanyaan—dari para sahabat—itu sudah tentu memerlukan jawaban dari Ummahatul Mukminin (istri-istri Nabi). Mereka biasa memberi fatwa kepada orang yang meminta fatwa, dan meriwayatkan hadits-hadits bagi orang yang ingin mengambil hadits mereka.

Pernah ada seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW di hadapan kaum laki-laki. Ia tidak merasa keberatan melakukan hal itu, dan Nabi pun tidak melarangnya. Dan pernah ada seorang wanita yang menyangkal pendapat Umar ketika sedang berpidato di atas mimbar. Atas sanggahan itu, Umar tidak mengingkarinya. Bahkan ia mengakui kebenaran wanita tersebut dan mengakui kesalahannya sendiri seraya berkata, "Semua orang (bisa) lebih mengerti daripada Umar."

Kita juga mengetahui seorang wanita muda, putri seorang syekh yang sudah tua (Nabi Syu'aib) yang berkata kepada Musa, sebagai dikisahkan dalam Al-Qur'an: "... Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)-mu memberi minum (ternak) kami..." (QS Al-Qashash: 25)

Sebelum itu, wanita tersebut dan saudara perempuannya juga berkata kepada Musa, ketika Musa bertanya kepada mereka: "... Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)? Kedua wanita itu menjawab, 'Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedangkan bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya." (QS Al-Qashash: 23)

Selanjutnya, Al-Qur'an juga menceritakan kepada kita percakapan yang terjadi antara Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Saba, serta percakapan sang Ratu dengan kaumnya yang laki-laki. Begitu pula peraturan (syariat) bagi nabi-nabi sebelum menjadi peraturan kita selama peraturan kita tidak menghapuskannya, sebagaimana pendapat yang terpilih.

Yang dilarang bagi wanita ialah melunakkan pembicaraan untuk menarik laki-laki, yang oleh Al-Qur'an diistilahkan dengan "al-khudhu bil-qaul" (tunduk/lunak/memikat dalam berbicara), sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: "Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS Al-Ahzab: 32)

Allah melarang "khudhu", yakni cara bicara yang bisa membangkitkan nafsu orang-orang yang hatinya "berpenyakit". Namun dengan ini bukan berarti Allah melarang semua pembicaraan wanita dengan setiap laki-laki. Perhatikan ujung ayat dari surat di atas: "Dan ucapkanlah perkataan yang baik"

Orang-orang yang merendahkan wanita itu sering memahami hadits dengan salah. Hadits-hadits yang mereka sampaikan antara lain yang diriwayatkan Imam Bukhari bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki daripada (fitnah) wanita."

Mereka telah salah paham. Kata fitnah dalam hadits di atas mereka artikan dengan "wanita itu jelek dan merupakan azab, ancaman, atau musibah yang ditimpakan manusia seperti ditimpa kemiskinan, penyakit, kelaparan, dan ketakutan." Mereka melupakan suatu masalah yang penting, yaitu bahwa manusia difitnah (diuji) dengan kenikmatan lebih banyak daripada diuji dengan musibah.

Allah berfirman: "... Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)..." (QS Al-Anbiya: 35)

Al-Qur'an juga menyebutkan harta dan anak-anak—yang merupakan kenikmatan hidup dunia dan perhiasannya—sebagai fitnah yang harus diwaspadai, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)..." (QS At-Taghabun: 15)

"Dan ketabuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan..." (QS Al-Anfal: 28)

Wanita-wanita itu menjadi fitnah apabila mereka menjadi alat untuk membangkitkan nafsu dan syahwat serta menyalakan api keinginan dalam hati kaum laki-laki. Ini merupakan bahaya sangat besar yang dikhawatirkan dapat menghancurkan akhlak, mengotori harga diri, dan menjadikan keluarga berantakan serta masyarakat rusak.

Peringatan untuk berhati-hati terhadap wanita di sini seperti peringatan untuk berhati-hati terhadap kenikmatan harta, kemakmuran, dan kesenangan hidup, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih: "Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku takutkan atas kamu, tetapi yang aku takutkan ialah dilimpahkan (kekayaan) dunia untuk kamu sebagaimana dilimpahkan untuk orang-orang sebelum kamu, lantas kamu memperebutkannya sebagaimana mereka dahulu berlomba-lomba memperebutkannya, lantas kamu binasa karenanya sebagaimana mereka dahulu binasa karenanya." (Muttafaq Alaih)

Dari hadits ini tidak berarti bahwa Rasulullah SAW hendak menyebarkan kemiskinan, tetapi beliau justru memohon perlindungan kepada Allah dari kemiskinan itu, dan mendampingkan kemiskinan dengan kekafiran.

Juga tidak berarti bahwa beliau tidak menyukai umatnya mendapatkan kelimpahan dan kemakmuran harta, karena beliau sendiri pernah bersabda, "Bagus nian harta yang baik bagi orang yang baik." (HR Ahmad dan Al-Hakim)

Dengan hadits di atas, Rasulullah SAW hanya menyalakan lampu merah bagi pribadi dan masyarakat Muslim di jalan (kehidupan) yang licin dan berbahaya agar kaki mereka tidak terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang tanpa mereka sadari.





Redaktur: cr01
Sumber: Fatwa-Fatwa Kontemporer

Selasa, 14 Juni 2011

Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari

INILAH.COM, London – Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.

Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah.

Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.

“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.

Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.

Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya. [nic]

Kamis, 19 Mei 2011

AIR OKSI

Diawali dengan kemauan dan modal sebesar Rp.300.000 Anda akan mampu menciptakan PENDAPATAN yang lebih baik di peluang bisnis ini sistem yang kami tawarkan sangat menarik dan MUDAH di pahami. Dengan modal awal sangat terjangkau oleh semua kalangan kami memberikan harapan kepada semua calon member yang betul-betul mau menjalankan bisnis ini, PT. GARUDA MAKMUR BERSAMA Produsen air minum kesehatan "Multi O2" Mengajak anda menuju SUKSES. System multio2 sangat adil, aman, terpercaya dan perhitungan bonus sangat transparan. Kesempatan usaha sebagai stokist Dibatasi hanya 10 stokist wilayah Jakarta Timur Hubungi kami 021 9101 9957 / 0856 9101 9957
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-). Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (?-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (?+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen—yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan tarik" pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya. Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara. Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari, namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. Malah kadang-kadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas.(sumber wikipedia) Oksigen atau zat asam yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam. Gas Oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi. Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, mengandung Oksigen. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Oksigen dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilah Oksigen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1777 yang eksperimennya dengan Oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam industri dan untuk terapi Oksigen. (sumber wikipedia)

Kamis, 12 Mei 2011

Woww...membaca al qur’an dapat mencerdaskan otak

Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al
Qur ’an sehabis maghrib dan sesudah subuh itu dapat meningkatkan
kecerdasan otak sampai 80 % , karena di sana ada pergantian dari siang
ke malam dan dari malam kesiang hari di samping itu ada tiga aktifitas
sekaligus , membaca , melihat dan mendengar .
“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di
antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca
Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata,… “Tak ada lagi bacaan yang dapat
meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca
Alqur’an”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika
Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang
Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis
yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit
merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan
peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan
ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran
berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika
Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai
97% bagi mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang
dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri
dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka
pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur ’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran
dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur ’an. Kesimpulannya, responden
mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan
ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur ’an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan
Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada
tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-
ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan
emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan
Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan
perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
(Q.S. 7: 204).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram”
(Q.S. 13: 28).
Sumber : CAHYAIMAN

Selasa, 26 April 2011

BERINTERNET LEWAT LISTRIK

Teknologi PLC (power line communication) sebagai alternatif komunikasi lewat jaringan listrik bukanlah barang baru. Salah satu anak perusahaan PLN, ICON+ berhasil mengujicobanya di komplek perumahan PLN di daerah Duren Tiga, Jakarta pada tahun 2003 lalu dan warga dapat mengakses layanan Internet kecepatan tinggi tanpa menanggung pulsa telepon yang banyak. Tapi mengapa banyak masyarakat yang belum tahu dan perkembangannya terkesan lamban?

Selama ini yang kita tahu kabel listrik hanya digunakan untuk menghidupkan lampu, televisi atau perangkat elektrik lainnya, tapi sebenarnya kabel listrik bisa digunakan untuk menelepon, menghubungkan komputer-komputer maupun browsing internet. Adalah teknologi PLC (power line communication) yang berhasil menggabungkan teknologi akses data berbasis IP dengan jaringan listrik.

Sebenarnya konsep menggunakan akses internet berkecepatan tinggi dengan memanfaatkan jaringan listrik bukan barang baru di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika, dan Australia. Jauh sebelumnya, bahkan sudah ada upaya untuk mengimplementasikan teknologi ini. Namun sempat terhambat karena ketidakmampuan mengatasi solusi ekonomis dalam menyaring kadar noise listrik yang melekat pada kabel-kabel listrik.

Proses pemasangan PLC sangatlah mudah dan cukup murah karena infrastruktur jalur listrik dan stop kontak sudah pasti ada di setiap rumah. Anda hanya perlu membeli PLC adapter yang sudah mulai banyak dijual dengan harga yang terjangkau. Bila Anda rajin berkunjung ke pameran-pameran komputer, Anda sudah bisa menjumpai beberapa stan yang menawarkan alat ini.

PLC adapter ini bentuknya cukup praktis seperti adaptor pada umumnya yang ini harus dipasang pada stop kontak listrik biasa. PLC adapter ini memiliki keluaran ethernet yang harus dikoneksikan ke perangkat jaringan yang ingin terkoneksi seperti ethernet di notebook/PC. Kecepatan maksimal yang bisa diraih menggunakan teknologi ini kurang lebih mendekati kecepatan koneksi transmisi data menggunakan fiber optic, mulai dari 256 Kbit/s sampai 45 Mbit/s.

Namun sayangnya, kemudahan penggunaan PLC ini harus dibayar, dengan kerumitan dari sisi desain. Kerumitan inilah yang membuat perkembangan PLC sedikit lamban sehingga kalah bersaing dibandingkan dengan standar lain, seperti koneksi wireless.

Jalur listrik di setiap rumah memiliki sangat banyak noise. Noise ini memang tidak masalah bagi perangkat listrik, namun lingkungan yang sangat kotor ini tidaklah cocok untuk komunikasi data. Perangkat seperti motor listrik, lampu fluorescent, dan power supply switching biasanya menjadi faktor yang membuat jalur listrik menjadi penuh dengan noise. Perangkat seperti ini biasanya mengotori frekuensi listrik. Masalah noise ini sangat berpotensi mengganggu komunikasi data yang dilakukan via jalur listrik. Interferensi yang terlalu tinggi sangat mungkin membuat transmisi data gagal dilakukan atau menghasilkan banyak error.

Selain masalah noise, teknologi PLC juga dipengaruhi oleh desain dari infrastruktur jalur listrik yang ada. Jarak dari satu titik ke titik stop kontak lain juga akan mempengaruhi kualitas transmisi data. Belum lagi variasi impedansi dan beban dari setiap jalur.

Dasar kerja PLC adalah menggunakan frekuensi tinggi yang tidak digunakan untuk mengalirkan listrik. Jalur listrik umumnya menggunakan frekuensi 50-60 Hz untuk mengalirkan listrik. PLC akan menggunakan frekuensi yang lebih tinggi untuk mengirimkan data.

PLC menggunakan modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) untuk mengirimkan data. Standar OFDM ini sangat populer baik di standar wireless (802.11a/g) maupun DSL. Ide dasar OFDM adalah membagi spektrum menjadi bagian-bagian kecil dengan kecepatan rendah. Sama seperti teknologi wireless, mengirim data via jalur listrik sama tidak amannya. Solusinya, standar PLC menggunakan enkripsi 56-bit Data Encryption Standard (DES) yang cukup memberikan kesulitan bagi para calon penyusup yang ingin menyadap data.

Cocok untuk Perumahan
Sistem PLC ini cukup menarik untuk digunakan di daerah-daerah perumahan. Karena membutuhkan koneksi ke infrastruktur jaringan Internet yang lebih sedikit. Sebab koneksi dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan listrik yang telah ada. Agar terhubung ke jaringan Internet hanya diperlukan router PLC utama ke Internet (ISP) yang menggunakan wireless ataupun menggunakan leased line. Dari tiap rumah ke router PLC tersebut dapat digunakan PLC adapter/modem.

“Sebuah kota di Amerika Serikat, Manassas di West Virginia sudah mengaplikasikan teknologi PLC. Penduduk di kota tersebut dibebankan biaya koneksi “hanya” USD 30 per bulannya untuk koneksi non-stop selama 24 jam sehari dengan kecepatan 10 Mbit/s. Layanan ini efektif berlangsung sejak Oktober 2005Apabila router PLC dioperasikan oleh perusahaan penyedia jaringan listrik (misal di gardu-gardu listrik sekitar perumahan), maka ini dapat merubah perusahaan jaringan listrik juga menjadi penyedia jasa akses Internet.

ICON+ (PT Indonesia Comnets Plus), anak perusahaan PLN yang bergerak di bidang telematika ini sejak beberapa tahun lalu sudah mencoba merangkul pemanfaatan teknologi PLC untuk koneksi internet. Namun, sayangnya baru kalangan tertentu saja yang memanfaatkannya karena masih banyaknya kendala yang harus diatasi. Meski perkembangannya seakan berjalan di tempat ICON mencoba melangkah lebih maju, awal Maret 2006 lalu disepakati sebuah memorandum of understanding (MoU) antara PT Telkom dengan PLN sebagai induk ICON+. MoU tersebut, ujar Direktur ICON+, D. Rochkadar Sukada terkait dengan penggunaan infrastruktur kedua belah pihak dimana PLN bisa memanfaatkan jaringan listriknya menjadi jaringan telepon. Dalam MoU itu sudah tercakup soal pemanfaatan infrastruktur non-jaringan untuk co-location. “Misalnya, di gardu kami (PLN-red) bisa dijadikan terminal shelter untuk BTS (base transceiver station-red),” ia menyebutkan.

Dari sisi teknologi, ICON+ yang telah resmi mengantungi izin Internet Telepon untuk Keperluan Publik (ITKP) sejak Desember 2005 ini sudah sanggup menyediakan layanan telepon lokal berbasis kabel listrik dan teknologi Voice over Internet Protocols (VoIP). “Ya siap. Persiapannya? Kami sekarang tidak mau lagi memakai teknologi yang lama. Kami sekarang langsung masuk ke New Generation Network (NGN) dan IP Based Network. Tidak lagi memakai teknologi switching seperti yang ada saat ini,” ujar Rochkadar kepada wartawan seusai acara dialog nasional dan pergantian logo ICON+ di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (07/03/2006). Namun, dalam kesempatan yang sama, Rochkadar menyadari bahwa untuk memasuki bisnis telepon tetap, ICON+ mengaku masih belum bisa karena masih harus dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah.

Hanya Konsumen Tertentu
Beberapa ahli komunikasi memprediksikan bahwa teknologi ini akan menjadi standar komunikasi masa depan, minimal untuk berinternet. Karena untuk mengimplementasikan BPL relatif tidak diperlukan pembangunan jaringan fisik/infrastruktur yang khusus (bandingkan dengan teknologi kabel/wireline yang membutuhkan media kabel dan alat pemancar serta penerima sinyal data).

Meski demikian, ICON+ sebagai perusahaan yang sudah cukup lama bergerak di bidang ini mengakui bahwa penerapannya masih dalam tahap ujicoba sebab infrastruktur yang dibutuhkan masih sangat mahal. Hal ini disebabkan karena belum adanya jalur komunikasi yang digunakan antara gardu ke network provider. Artinya, harus terlebih dahulu dipasang fiber optic dari gardu ke network provider. Jika ini dilakukan, secara perhitungan cost-nya masih terlalu besar.

Dengan kondisi seperti ini, maka hanya konsumen-konsumen tertentu saja yang dapat memanfaatkan teknologi ini. Misalnya seperti perhotelan dengan density hunian yang tinggi, dimana banyak kalangan ekspatriat lebih membutuhkan akses internet cepat, disinilah ICON+ mengincar konsumennya. Ke depan, ICON+ berharap dapat menjual secara retail sehingga semua konsumen bisa memanfaatkan teknologi ini. MLP (Berita Indonesia 14)

Selasa, 05 April 2011

Imam Mahdi : Antara Keajaiban, Keunikan dan Kemunculannya

Para ulama membagi Tanda-tanda Akhir Zaman menjadi dua. Ada Tanda-tanda Kecil dan ada Tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh. Alhamdulillah, Allah sayang sama umat manusia. Sehingga Allah datangkan tanda-tanda kecil dalam jumlah banyak sebelum datangnya tanda-tanda besar. Dengan demikian manusia diberi kesempatan cukup lama untuk merenung dan bertaubat sebelum tanda-tanda besar berdatangan.

Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabishollallahu ’alaih wa sallamsudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusnya Imam Mahdi ke muka bumi.

Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Lelaki keturunan Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamtersebut adalah Imam Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah...! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Imam Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamdan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.

Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Imam Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Imam Mahdi. Dan –subhaanallah- Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.

“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal,dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)

Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammemberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama,perselisihan berkepanjangan sesudah kematianseorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam Mahdi.

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Saudaraku, sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan. Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Imam Mahdi di depan Ka’bah.

Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir.. . Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabishollallahu ’alaih wa sallamsebagai berikut:

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin.

Sabtu, 26 Februari 2011

ABS Sepeda Motor Makin Canggih



KOMPAS.com – Sekarang produsen sepeda motor makin gencar menggunakan anti-lock brake system (ABS) pada produknya. Tidak hanya pada motor gede (moge), juga ukuran menengah atau di atas 250cc.

Bisa jadi, salah satu faktor yang mendorong adalah data yang dipublikasikan Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), Amerika Serikat. Dinyatakan, pengendara sepeda motor bermesin di atas 250 cc dan dilengkapi dengan ABS, tingkat kecelakaan fatalnya lebih rendah 28 persen dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya.

Studi lain yang diterbitkan oleh Swedish Road Administration pada 2009, menyimpulkan 40 persen kecelakaan serius atau fatal terjadi karena pengendara tidak mau menggunakan sepeda motor tanpa ABS.

Lebih Rumit Sistem rem pada sepeda motor berbeda dengan mobil. Malah cara mengoperasikan dinilai lebih rumit. Pasalnya, kalau pada mobil cukup menggunakan satu pedal untuk mengoperasikan keempat rem (malah truk dan bus lebih banyak lagi), untuk sepeda motor - mayoritas - roda depan dan belakang, dioperasikan secara terpisah.

Untuk depan, umumnya menggunakan tuas yang berada di setang. Sedangkan di belakang, dioperasikan melalui pedal oleh kaki pengendara (kecuali skutik). Akibatnya, saat mengerem tenaga yang sampai ke rem depan dan belakang tidak bersamaan. Di lain hal, rem depan membutuhkan tenaga lebih kuat karena harus menanggung beban besar.

Dengan kondisi seperti itu pula, sistem ABS pada motor tidak sama dengan mobil. Harus mempertimbangkan berbagai aspek. Misalnya kenyamanan bagi pengendara. Bahkan, problem yang cukup memusingkan para insinyur adalah memasang ABS pada sepeda motor supersport. Pasalnya, sepeda motor jenis ini, lebih pendek, titik gravitasi tinggi. Semua itu akan mempengaruhi pemasangan, kehandalan, stabilitas dan kenyamanan pengendara

ABS Kombinasi Sebelum menerapkan teknologi ABS terbaru pada sepeda motor, para insinyur mempelajari karakteristik pengendara. Ternyata, berdasarkan survei, banyak pengendara tidak bisa melakukan pengereman secara bersamaan. Padahal untuk memperoleh pengereman lebih aman dan jarak yang pendek, diperlukan keseimbangan dan bekerja pada waktu bersamaan.

Jika pengendara melakukan pengereman mendadak di depan – rem mengunci pula – dipastikan sepeda motor dan pengendaranya jatuh. Maklum, roda belakang masih terus berputar karena ditarik oleh mesin. Hanya pengendara yang berpengalaman atau piawai memacu sepeda motor yang bisa melakukan pengereman secara seimbang, sehingga mereka tetap lebih aman. Atau pun ketika mereka melakukan atraksi.

Nah, faktor tersebutlah yang menyebabkan produsen melengkapi sepedamotornya dengan ABS model terbaru. Dasarnya sama saja dengan ABS konvensional, tetap menggunakan sirkuit rem yang diatur oleh komputer. Namun pengoperasian rem, selain digabungkan antara depan belakang, juga seakan-akan sirkuitnya juga bisa bekerja secara terpisah. Semua berkat sistem ABS kombinasi yang makin canggih.

ABS adalah pengoperasian rem dilakukan dengan mengonocoknya. Namun pengocokkan dilakukan secara otomatis oleh komputer. Terutama ketika motor melaju kencang dan rem ditekan mendadak (panic stop).

Pemakaian ABS pada sepedamotor sebenarnya juga bukan baru. Sebelum abad ke-21 (sekitar awal 1990-an) Honda sudah merintisnya. Terutama untuk sepeda motor besar. Malah BMW sudah menggunakan pada 1988 dan Honda pada 1992.

ECC-ABS Perkembangan menarik dari teknologi pengamanan ini adalah ABS kombinasi. Honda menyebutnya Electronically Controlled Combined-ABS.(ECC-ABS). Sistemnya sama dengan “Brake by Wire”. Jadi saat pengendara mengoperasikan peda atgau tuas rem, bukan hidraulik rem yang langusng bekerja, tetapi perintah dalam dalam bentuk sinyal listrik.

Selanjutnya, sinyal tersebut diteruskan ke unit tenaga (power unit) yang mendistribusikan tenaga pengereman ke roda depan dan belakang. Pada mobil sama dengan Electronically Brakeforce Distribution (EBD).

Komputer menghitungkan distribusi tenaga untuk rem depan dan belakang berdasarkan gerakan yang diberikan pengendara. Dengan cara ini, pengontrolan terhadap ABS jadi lebih mantap, nyaman bagi pengendara dan tidak menimbulkan getaran dari roda maupun dari tuas dan pedal rem.

Lebih Praktis Pemasangan rangkaian komponen ECC-ABS dinilai Honda juga lebih praktis dibandingkan sistem konvesional. Pasalnya, jumlah komponen lebih sedikit. Komponen rem yang dipasang pada suspensi atau garpu depan hanya sensor. Sisa dari sistem dipasang di bagian tengah bodi sepeda motor dengan rapi.

ECC-ABS memungkinkan pengendara melakukan pengereman presisi di roda belakang melalui pedal. Saat rem belakang dioperasikan dengan tenaga penuh, hanya ABS roda belakang yang bekerja. Sedangkan depan tidak. Seakan-akan terpisah. Kendati demikian, pada kondisi tertentu, tenaga pengereman distribusi sesuai laju sepeda motor untuk rem depan dan belang. Menjadikan, sepeda motor dan pengendara lebih aman!



Penulis: Zulkifli BJ
Editor: Zulkifli BJ

Senin, 21 Februari 2011

12-17 Rabiul Awwal Pekan Persatuan Umat di Maulud Nabi Saww



Tiada sifat yang lebih besar nilainya di antara semua sifat yang dimiliki Rasulullah daripada akhlak beliau. Dengan sifat inilah Allah memuji Nabi dalam firman-Nya :
انك لعلي خلق عظيم
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS: al-Qalam 4)
Rasulullah saw pun bersabda:
انما بعثت لاتمم صالح الا خلاق
“Aku diutus untuk menghidupkan akhlak yang mulia (makârimul akhlâq).”

Dalam perbincangan muslimin jika disinggung tentang Rasulullah, bagi mereka akhlak adalah dakwah terpentingnya, dan beliau menyerukannya. Mafruq Nami ketika masuk Islam ia memahami apa yang diserukan oleh Rasulullah. Kepada beliau ia berkata: “Hai saudara Quraisyku! Engkau menyeru umat kepada akhlak yang mulia dan perbuatan yang baik.”

Rasulullah dalam madrasahnya lebih menekankan pada akhlak dan beliau mengatakan: “Allah Maha pemurah!” Beliau menyukai kemuliaan dan nilai-nilai moral dan membenci perbuatan-perbuatan yang rendah dan keji. Di kesempatan lain beliau bersabda: “Pada hari kiamat, perkara terberat dalam timbangan orang mukmin adalah akhlak yang baik.” Dan: “Sebaik-baik sahabatku di antara kalian adalah yang sangat mencintai masyarakat.."

Dalam kitab-kitab banyak tema tentang akhlak Nabi terhadap keluarga dan umat beliau. Di sini kami akan menyinggung sebagiannya dan beberapa metode tarbiyah beliau berikut penjelasan kandungannya, dalam pendidikan Islam.

Menindak Penyimpangan Kesucian
Salah satu aspek penting sejarah kehidupan Nabi saw ialah penjagaan ketat pada undang-undang samawi. Rasulullah adalah pengikut al-Qur`an dan tidak pernah melangkah di luar undang-undang Qur`ani. Dalam rangka inilah upaya Nabi, jangan sampai terjebak pada ifrâth dan tafrîth (hal melampaui batas dan kelalaian), sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia melangkah secara konsisten.
و استقم كما امرت
dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu” (QS: Syura 15)
Jalan itulah yang berlaku di tengah umat.
Nabi berusaha keras untuk dapat mengajarkan dan menjelaskan hukum-hukum agama kepada umat. Dalam hal ini, prinsip yang pokok ialah memahamkan kepada umat bahwa mereka harus menerima agama dari Allah dan Rasul-Nya, dan mengetahui halal dan haram berdasarkan al-Qur`an. Di dalam al-Qur`an terdapat beberapa teguran keras terhadap kaum Yahudi yang mengharamkan sebagian yang halal tanpa alasan.
Sebagaiman al-Qur`an, Rasulullah dan para imam membenci watak ketidak pedulian itu, mereka pun tidak menyukai kerahiban yang disebabkan kelemahan daya rasional dan berpegang pada hal-hal yang tampak di permukaan.
Dalam hadis diterangkan bahwa Nabi saw melarang muslimin berpuasa dalam safar. Tetapi sebagian orang tetap saja berpuasa mengikuti kezuhudan yang menyimpang. Nabi marah atas tindakan mereka ini. Beliau yang sedang di atas onta mengambil girbah air seraya berkata: “Berbukalah (makan dan minumlah) hai orang-orang yang berdosa!.” (Tahdzib al-Atsar, Musnad Ibn Abbad, juz 1, hal 92)
Nabi saw tidak akan menghalalkan dan mengharamkan sesuatu tanpa seizin Allah, terrmasuk sesuatu yang secara pribadi tidak beliau sukai sekalipun. Misal mengenai bawang, Nabi berkata: “Siapa yang makan bawang jangan di dekatku!”, pada saat yang sama beliau bersabda: “Aku tidak mengharamkannya. Sebab aku tidak diperkenankan oleh Allah mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya. Melainkan aku hanya tidak menyukai baunya.”
Memperhatikan halal dan haram dari Allah merupakan prinsip yang diajarkan Nabi kepada umatnya dan beliau menekankannya. Perkara ini berulang-ulang disampaikan oleh al-Qur`an bahwa ini adalah undang-undang Allah, dan siapa saja tidak diperkenankan melampauinya.
Jadi, al-Qur`an dan hadis harus dipahami secara dalam. Hal melihat yang tampak di permukaan akan menjebak manusia pada kesalahpahaman. Mengutip sebuah riwayat berkenaan dengan hal ini; Imam Husein as enggan buka mulut soal rahasia masalah Shiffin kepada Abdullah yang sama seperti ayahnya, Amr bin Ash, yang berperang melawan Imam Ali as di Shiffin. Kemudian Abu Said di Madinah menjadi penengah di antara mereka agar mereka berdamai. Imam mencela Abdullah ketika berbicara kepadanya: “Kau mengetahui bahwa aku di sisi para penghuni langit adalah sebaik-baik penghuni bumi” sebagaimana hadis yang dinukil dari Nabi saw. Lalu kenapa kau hadir di Shiifin dan berperang melawan ayahku yang lebih dari aku?”
Putra Amr bin Ash menjawab, “Di masa Nabi (saw) aku hidup zuhud dan aku jalani hidup yang susah. Siang hari aku berpuasa dan malam hari aku bangun beribadah. Ayahku mengadu kepada Rasulullah tentang amalanku yang berlebihan itu. Lalu beliau berkata kepadaku: “Patuhlah pada ayahmu!”. Ketika ayah pergi ke Shiffin, aku pun mematuhinya”
Imam Husein berkata, “Ini tidak sesuai dengan (sabda Nabi):
لاطاعة لمخلوق في معصية الخالق
“Tiada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.”, dan tidak pula sesuai dengan ayat:
و ان جاهداك انتشرك بي فلا تطعهما
Jika kedua orantuamu mengajakmu pada kesyirikan, maka janganlah kamu mematuhi keduanya.”
Inilah bukti kekeliruan Abdullah bin Amr bin Ash dalam memahami hadis Nabi saw di antaranya perintah beliau kepadanya agar mentaati ayahnya, dan ia telah mengikuti pandangan lahiriah semata.
Kebersihan, Keharuman dan Sebagainya
Nabi saw menjalani kehidupan sosial dan individualnya dengan sederhana dan sebaik-baik pola hidup. Ia mengenakan pakaian putih, memakai wewangian, menyisir rambut dan menyiwak giginya secara rutin.
Bagi beliau memakai wewangian adalah sebuah prinsip. Dalam hadis diterangkan bahwa di rumah Nabi, ada satu tempat yang biasa beliau di situ selalu memakai wewangian.
Dalam riwayat lain, Nabi saw bersabda: “Di dunia ini aku sangat menyukai wewangian dan salat.”, kemudian mengenai salat beliau bersabda: “Pelipur laraku terletak pada salat.”
Seorang perawi hadis menyampaikan: “Ketika itu aku masih kanak-kanak, kami mendatangi Rasulullah saw, beliau mengusap kepala kami. Di saat tangan beliau mengusap kepalaku, aku mencium bau harum yang tidak kulupakan hingga sekarang. Sedemikian harumnya sampai seakan-akan aku berada di samping toko parfum.”
Nabi pun tidak pernah menolak pemberian parfum dari orang lain. Juga diriwayatkan bahwa Rasulullah saw dikenali dengan aroma yang wangi.
Nabi menghindari makan sesuatu berbau yang mengganggu orang lain. Terutama bawang dan alasan yang beliau lontarkan: “Aku tidak menyukainya lantaran baunya.”
Mewarnai rambut juga dilakukan oleh Nabi. Beliau juga menganjurkan kaum wanita agar mereka mewarnai rambut mereka. Jika mereka bersuami, maka mereka melakukannya untuk suami. Bagi yang belum bersuami, maka mereka melakukannya supaya lebih diminati oleh kaum laki untuk meminang mereka.
Adalah sebuah kekeliruan opini masyarakat bahwa kalau bukan orang kaya hendaknya tidak melakukan hal-hal semacam itu. Nabi sendiri menjalani hidup sederhana; siang hari duduk di atas tikar yang sama sebagai alas untuk salat-salat beliau di malam hari. Beliau berinteraksi dengan masyarakat dan melayani tamu-tamunya. Pola makan beliau pun cukup sederhana; duduk di tanah dan makan di atas tanah. Diterangkan dalam riwayat bahwa di masa hidup Rasulullah, Ahlulbaitnya lapar dalam tiga hari berturut-turut.
Nabi Seorang Humoris
Nabi saw adalah seorang humoris. Tak pernah terlihat beliau bermuka masam dan naik darah. Dalam hadis diterangkan bahwa Nabi suka bercanda. Namun keceriaan ini tidak berarti sampai terbahak-bahak, tetapi beliau itu murah senyum. Diriwayatkan; “Aku tidak pernah melihat Nabi tertawa kecuali tersenyum.
Selain watak humoris yang tampak pada dirinya, beliau pun bersikap ramah dan lembut terhadap umatnya. Nabi juga memberi kesempatan orang lain bercanda, sebagaimana riwayat; seorang Arab badui membawa hadiah untuknya. Setelah beliau memanfaatkannya, orang itu datang dan menagih uangnya: “Mana uang hadiah kami!”
Setelah itu bila Nabi merasa gundah, beliau mengatakan: “Kemana si badui itu, yang telah membuat sirna rasa gundah kita.”
Sudah pasti Nabi tidak suka dengan canda yang bukan tempatnya. Salah satu humoris masa itu adalah Abdullah bin Hudzafah. Rasulullah mengangkat dia sebagai pimpinan sebuah sariah (peperangan yang tidak diserati Nabi). Ia memerintahkan pasukannya agar menyalakan api, kemudian mengatakan: “Kalian semua lompatlah ke dalam api!”
Mereka berkata, “Kami mengimani Nabi supaya kami terhindar dari api!.”
Dalam riwayat lain, mereka ingin menceburkan dia ke dalam api, lalu ia menolak sembari berkata: “Aku cuma bercanda!”.
Setelah mereka kembali dan menemui Nabi, mereka menceritakan itu kepadanya dan beliau mendukung mereka seraya bersabda: “Tiada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.”
Kedatangan Rasulullah saw dari perang Badar disambut oleh umat. Ketika itu Salamah bin Salamah yang telah membuat Nabi marah dikarenakan canda yang tidak tepat, berkata kepada orang-orang: “Ini bukan untuk ucapan selamat, karena kita telah membunuh sekelompok usia lanjut dan berkepala botak”
Rasulullah tersenyum dengan ucapannya itu dan berkata: “Mereka adalah orang-orang Quraisy! Melihat mereka saja orang bisa takut. Sekiranya mereka memberi perintah, kalian dengan terpaksa akan patuh.”
Saat itu Salamah mengambil kesempatan untuk bertanya mengapa Rasulullah marah. Beliau menjawab: “Ketika kami sampai di Ruha` menuju Badar, seorang Arab badui datang dan bertanya, “Jika kamu seorang nabi, jawablah pertanyaanku, “Akan melahirkan apa ontaku yang hamil itu?”
Aku jawab,) “Kamu bilang, kamu sendiri telah berjimak dengannya sampai ia hamil gara-gara kamu!” Artinya bahwa kamu (hai Salamah) telah bertindak buruk!”
Salamah meminta maaf kepada Rasulullah dan beliau memaafkannya.
Ibadah Nabi
Ibadah Nabi adalah pengucualian. Salat tahajud baginya secara pribadi adalah wajib. Allah menghendaki beliau agar melaksanakan salat di waktu tengah malam atau kurang sedikit dari itu.
نِصْفه اوانقص منه الا قليلا[1]
Dalam al-Qur`an surat Muzammil ayat 20, Allah berfirman:
ان ربك يعلم أنك تقومادني من ثلثي الليل و نصفه و ثلثه و طائفة من الذين معك
Sesungguhnya Tuhan-mu mengetahui bahwasanya kamu dan segolongan dari orang-orang yang bersamamu berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, seperdua malam, atau sepertiga malam.
Imam Ali as di salah satu peperangan mengatakan: “Semua orang tidur, tetapi Nabi sibuk beribadah. Di antara kami hanya beliaulah yang berdiri di bawah pohon sedang melaksanakan salat dan menangis, hingga waktu subuh.”
Abu Dzar, sosok yang zuhud dan ahli ibadah, menyampaikan: “Di satu malam, aku salat bersama Nabi. Sedemikian rupa beliau berdiri melakukan salat, sampai aku capek dan menyandarkan kepalaku ke dinding.”
Demikianlah salat malam yang mengantarkan Nabi pada maqam mahmûd, yakni kedudukan syafaat. Itulah perintah Allah dalam firman-Nya:
و من الليل فتهجد به نافلة لك عسي أن يبعثك مقاما محمودا
Dan pada sebagian malam hari, bacalah Al-Qur’an (dan kerjakanlah salat) sebagai suatu tugas tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS: al-Isra 79)
Nabi Rahmat
Allah swt berfirman:
و ما أرسلناك الا رحمة للعالمين
Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS: al-Anbiya 107)
Nabi rahmat artinya bahwa beliau tidak pernah marah kepada umat. Khususnya dalam masalah berkaitan dengan bimbingan agama bagi mereka. Dalam riwayat diterangkan bahwa Nabi tidak marah dan tidak terprofokasi oleh sesuatu; beliau adalah orang yang paling lapang dada; dan orang-orang menerima kemurahan hati dan budi pekerti darinya, sehingga beliau menjadi ayah bagi mereka. Semua ungkapan ini artinya bahwa Nabi memiliki kelapangan dada yang sempurna untuk dapat mencerna perkataan umat dan berkesempatan dalam membimbing mereka.
Nabi rahmat artinya bahwa beliau tidak mencela kaum pemuja berhala meskipun mereka menyakitinya. Rasulullah saw berdoa: “Ya Allah, berilah petunjuk bagi kaumku!”
Ketika mereka berkata kepada Nabi, “Janganlah kamu mencela kaum musyrik!”, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai pengutuk (tukang pencela), tetapi aku diutus sebagai rahmat.”
Pengaruh Nabi (saw) tidak hanya bagi kaum muslimin saja, tetapi beliau diutus sebagai nabi penutup menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan rahmat ini untuk selamanya.
Supel dalam Bergaul
Supel dalam bergaul dengan pola yang khas memiliki arti bagi setiap lapisan. Prilaku khas seorang pemimpin, seorang penceramah, seorang imam salat atau pengusaha dapat menarik simpati masyarakat. Nabi termasuk dalam beribadah pun tidak membuat jemaahnya letih. Tak pernah dengar Nabi berlama-lama dalam salat berjemaah. Namun demikian, beliau pun tidak menyukai dan akan menegur orang yang melaksanakan salat dengan terburu-buru. Diterangkan dalam riwayat bahwa Nabi banyak berzikir, jarang mencela, menyingkat khotbah, tidak merendahkan dan tidak pula angkuh. Beliau duduk bersama janda dan orang miskin, dan memenuhi kebutuhan mereka.
Nabi tidak berharap dihormati orang lain. Sudah tentu Allah menghendaki orang-orang supaya menjaga kehormatan Rasulullah, namun beliau tidak terikat dengan penghormatan-penghormatan yang formal. Nabi tidak suka, orang berdiri atasnya (ketika melihat beliau datang). Nabi menciptakan penuh rasa cinta di masyarakat. Diriwayatkan; “Tiada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah.” Dan, “Mereka apabila melihat Nabi (datang), mereka tidak akan bangun terhadapnya. Karena mereka mengetahui bahwa hal itu tidak disukai olehnya.”
Satu misal menarik tentang kesupelan dalam bermasyarakat, ialah di saat Nabi melaksanakan salat, terdengar suara tangis anak-anak. Maka beliau membaca surat pendek supaya rampung salatnya. Nabi ditanya sebabnya, dan beliau menjawab: “Seandainya aku memanjangkan salat, akan membuyarkan konsentrasi ibunya; aku khawatir demikian itu akan menyusahkan kedua orangtuanya.”
Nabi mencari orang yang paling lemah; di Madinah ada seorang wanita kulit hitam yang melaksanakan tugas-tugas masjid. Sudah beberapa hari beliau tidak mengetahui kabarnya. Nabi mencarinya. Kata mereka, “Ia meninggal dunia”
Nabi berkata, “Apakah kalian tidak menyakiti aku dengan tidak memberi kabar tentang dia kepadaku!” Orang-orang telah mengira wanita itu tak ada istimewanya, sehingga mereka tidak perlu memberitahu soal dirinya kepada Rasulullah. Beliau berkata, “Sekarang tunjukkan kepadaku di mana kuburnya!” Maka mereka menunjukinya. Nabi pergi ke kuburannya dan mengucapkan salam kepadanya, lalu berkata, “Kuburan ini diliputi kegelapan bagi para penghuninya dan Allah akan meneranginya bagi mereka dengan salamku kepada mereka.”
Salah satu perkara yang sangat penting ialah menghapus buruk sangka dari masyarakat sehubungan dengan diri mereka. Pada hari-hari terakhir Nabi, beliau menyampaikan pesan kepada umat, sampai mereka mengira beliau akan menyia-nyiakan dan mengambil hak mereka. Inilah buruk sangka umat. Misal lainnya, Shafiyah menyampaikan bahwa Rasulullah sedang beritikaf. Pada suatu malam aku mendatanginya, dan aku akan pergi setelah berbicara dengannya. (Ketika itu) Nabi sedang berada di kamar Usamah bin Zaid. Beliau berdiri untuk memelukku, kepergok oleh dua orang Anshar. Ketika mereka melihat Nabi saw, mereka terburu-buru. Nabi berkata kepada mereka, “Shafiyah ini putri Huyay bin Akhtab, isteriku!”
“Subhanallah ya Rasulullah!”, ucap mereka.
Nabi berkata, “Sesungguhnya pengaruh syaitan dalam badan seperti darah dalam saraf. Aku khawatir, terlintas sesuatu di benak kalian dan kalian membayangkan hal yang bukan-bukan.”
Menyikapi Orang Badui
Nabi saw menghadapi sekelompok badui, bukan komunitas Arab. Oleh karena itu beliau harus bersabar dengan sikap merendah. Dalam sebuah riwayat diterangkan; Seorang badui datang dari perjalanan dan tidak tahu apa itu masjid. Tiba-tiba ia kencing di salah satu sudut masjid. Para sahabat geram dan akan menghardiknya. Nabi berkata, “Janganlah kalian menyakiti dia!” Kemudian beliau memanggilnya dan memberitahunya bahwa masjid tempat zikir dan beribadah, bukan tempat untuk hal-hal semacam itu.
Muawiyah bin Hakam menyampaikan: “Ketika aku sedang salat, seseorang bersin. Maka aku ucapkan, “Yarhamukallah! (Semoga Allah merahmatimu)” Orang-orang menoleh kepadaku. Lalu orang itu bersin lagi, dan akupun mengucapkan doa itu. Melihat mereka memandangiku di saat salat, aku bilang kepada mereka, “Semoga ibu kalian berduka atas kalian! Mengapa kalian memandangiku?!” Orang-orang menepuk paha mereka, aku terdiam. Nabi usai salat memanggilku. Aku bersumpah demi ayah dan ibuku, tidak pernah aku melihat seorang guru yang mengajarkan sedemikian baik. Demi Allah, beliau tidak sampai menyinggung perasaanku dan tidak bertindak keras terhadapku. Nabi justru mengatakan, “Salat yang kamu laksanakan ini menjadi sia-sia karena kamu berbicara di dalamnya. Sesungguhnya salat itu adalah tasbih, takbir dan tilawah al-Qur`an.” (Subul al-Huda 7/19)
Dalam sebuah riwayat tentang pola pembimbingan agama oleh Rasulullah; seorang bertanya kepadanya: “Wahai Rasulullah, apa yang harus saya perbuat bila tiba waktu salat sementara aku dalam keadaan junub (apakah kemudian aku akan berpuasa)?”
Nabi menjawab, “Terkadang aku juga mengalami hal demikian, (kemudian aku berpuasa -setelah mandi tentunya,-penerj)”
Orang itu berkata, “Anda bukan seperti kami dan Anda telah diampuni Allah atas dosa yang lalu maupun yang akan datang!”
Beliau berkata, “Demi Allah, aku sungguh berharap untuk menjadi orang yang paling takut kepada Allah dan menjadi orang yang paling tahu tentang ketakwaan.”
Nabi saw berkata kepada Mu’adz bin Jabal dan Abu Musa al-Asy’ari yang pergi ke Yaman: “Permudahlah dan janganlah mempersulit! Sampaikan kegembiraan dan janganlah menimbulkan hal yang tak disukai.”
Sejumlah orang datang ke Madinah untuk bertanya bagaimana Rasulullah melakukan ibadah. Setelah mereka menyimak, mereka merasa bahwa ibadah Rasulullah tidak terlalu banyak. Mereka mengatakan: “Dia itu nabi, dan Allah mengampuninya!”
Seseorang berkata: “Aku beribadah sepanjang malam hingga subuh!”
Yang lain mengatakan: “Aku selalu berpuasa”
Dan yang lain pun mengatakan: “Aku tidak akan menikah!”
Kemudian Nabi saw datang dan berkata kepada mereka, “Kalian telah mengatakan demikian. Sedangkan aku yang paling khusuk dan paling bertakwa dari kalian, aku berpuasa dan kadang tidak. Aku melaksanakan salat, aku tidur dan menikahi wanita. Inilah sunnahku! Siapa yang tidak suka akan sunnahku maka ia bukan dari golonganku.”
Penulis: Rasul Ja’farian

[1]Seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS: al-Muzammil 3)

Kamis, 10 Februari 2011

Selamat Jalan Ken Olsen, Sang Pionir Komputer

MASSACHUSETTS, KOMPAS.com — Dunia kehilangan Ken Olsen, salah satu tokoh berpengaruh di era digital saat ini. Ken yang selama ini dikenal sebagai pionir komputer meninggal dunia dalam usia 84 tahun, Minggu (6/2/2011). Ken Olsen adalah pendiri dan mantan CEO Digital Equipment Corporation, perusahaan yang membuat komputer digital pertama untuk kebutuhan komersial.
"Seorang inventor, ilmuwan, dan entrepreneur, Ken Olsen adalah salah satu pionir nyata di industri komputer," tulis Bill Gates, pendiri Microsoft, dalam surat kepada Gordon College, institusi tempat Olsen terakhir mengabdi hingga akhir hayatnya. "Ia juga orang yang sangat berpengaruh dalam hidup saya dan pengaruhnya masih penting di Microsoft lewat para insinyur yang dilatih di Digital dan datang ke sini untuk membuat produk perangkat lunak yang hebat," lanjut Bill Gates lima tahun lalu saat pembangunan Ken Olsen Science Center.
Olsen adalah lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Di situlah ia bergabung dengan tim pengembang teknologi pertahanan udara dan memori yang kemudian menjadi cikal bakal random access memory (RAM). Pada 1957, ia mendirikan Digital Equipment Corporation (DEC) yang tumbuh menjadi perusahaan dengan 125.000 karyawan di 86 negara. Namun, pada tahun 1990-an, usahnya terus menurun karena gagal mengantisipasi perubahan tren personal computer dan akhirnya DEC diakuisisi Compaq pada tahun 1998 senilai 9,6 miliar dollar AS.
Pada 1986, majalah Fortune memasukkannya ke dalam daftar pengusaha paling berpengaruh sepanjang sejarah bisnis di Amerika. Namanya juga dicatat dalam National Inventors Hall of Fame pada 1990 dan Computer History Museum pada tahun 1996 serta mendapatkan National Medal of Technology tahun 1993.
"Ken Olsen adalah seorang pionir di era komputer. Namun lebih dari itu, ia juga seorang yang terkenal baik. Ia adalah dermawan besar yang menyumbang dengan diam-diam, tidak pernah berharap pujian dan terima kasih. Kontribusi Ken dalam bisnis, kepemimpinan, dan inovasi teknologi sulit tertandingi," ujar Tom Phillips, mantan chairman Raytheon, dalam komentarnya.
Sumber : PCMagazine
FORUM LAMPITAN > Thanks to Netral for uN Netral

Waktu Sholat

VIDEO MENGENAI KEDATANGAN IMAM KE-12

Ceramah :