VIVAnews - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta pemerintah tegas menyikapi konflik antarumat beragama yang terjadi di Pandeglang, Banten maupun di Temanggung, Jawa Tengah.
"Pemerintah harus tegas agar itu tidak kembali terjadi dan yang berbuat segera ditindak," ujar Jusuf Kalla kepada VIVAnews.com.
Selain itu, yang tidak kalah penting, adalah peran tokoh agama untuk menentramkan suasana yang memanas ini.
Sebelumnya, dalam kuliah umum yang disampaikan di hadapan mahasiswa Pasca Sarjana Paramadina, Kalla mengungkapkan terkadang masalah yang dianggap konflik agama tidak didasari faktor agama melainkan faktor lain. "Jadi, sebenarnya bukan konflik agama tapi konflik yang disebabkan ketidakadilan politik dan ekonomi," ujarnya.
Namun, mengapa konflik kerap selalu mengatasnamakan agama? Kalla menilai, karena solidaritas yang mengatasnamakan agama yang paling gampang dan cepat meluas. "Dan logika mereka, dibunuh dan membunuh masuk surga. Padahal, tidak ada ajaran yang mengatakan membunuh itu masuk surga. Jadi, orang salah logika, dikira masuk surga semua," kata Kalla.
Kemarin siang, sejumlah gereja rusak dan dibakar dalam kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah. Kepolisian tidak bisa membendung amuk massa yang datang dari arah Pengadilan Negeri Temanggung.
Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian, Brigadir Jenderal Untung Yoga Ana menjelaskan kronologi kerusuhan ini. Menurutnya, kejadian di Temanggung ini bermula pada 23 Oktober 2010. "Ada oknum masyarakat yang menyebarkan selebaran yang dinilai menistakan agama," kata Yoga Ana di Mabes Polri, Selasa 8 Februari 2011. Oknum penyebar selebaran ini diketahui bernama Antonius Richmond Bawengan.
Dalam sidang kemarin, terdakwa divonis lima tahun penjara. Massa yang tidak puas lantas keluar dari ruang sidang dan melakukan perusakan. Tiga gereja rusak dan dua di antaranya dibakar.
Dua hari sebelumnya juga terjadi penyerangan terhadap warga Ahmadiyah. Tiga orang jemaah Ahmadiyah tewas dibantai di Cikeusik, Pandeglang. Lima lainnya mengalami luka serius. (umi)
• VIVAnews
"Pemerintah harus tegas agar itu tidak kembali terjadi dan yang berbuat segera ditindak," ujar Jusuf Kalla kepada VIVAnews.com.
Selain itu, yang tidak kalah penting, adalah peran tokoh agama untuk menentramkan suasana yang memanas ini.
Sebelumnya, dalam kuliah umum yang disampaikan di hadapan mahasiswa Pasca Sarjana Paramadina, Kalla mengungkapkan terkadang masalah yang dianggap konflik agama tidak didasari faktor agama melainkan faktor lain. "Jadi, sebenarnya bukan konflik agama tapi konflik yang disebabkan ketidakadilan politik dan ekonomi," ujarnya.
Namun, mengapa konflik kerap selalu mengatasnamakan agama? Kalla menilai, karena solidaritas yang mengatasnamakan agama yang paling gampang dan cepat meluas. "Dan logika mereka, dibunuh dan membunuh masuk surga. Padahal, tidak ada ajaran yang mengatakan membunuh itu masuk surga. Jadi, orang salah logika, dikira masuk surga semua," kata Kalla.
Kemarin siang, sejumlah gereja rusak dan dibakar dalam kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah. Kepolisian tidak bisa membendung amuk massa yang datang dari arah Pengadilan Negeri Temanggung.
Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian, Brigadir Jenderal Untung Yoga Ana menjelaskan kronologi kerusuhan ini. Menurutnya, kejadian di Temanggung ini bermula pada 23 Oktober 2010. "Ada oknum masyarakat yang menyebarkan selebaran yang dinilai menistakan agama," kata Yoga Ana di Mabes Polri, Selasa 8 Februari 2011. Oknum penyebar selebaran ini diketahui bernama Antonius Richmond Bawengan.
Dalam sidang kemarin, terdakwa divonis lima tahun penjara. Massa yang tidak puas lantas keluar dari ruang sidang dan melakukan perusakan. Tiga gereja rusak dan dua di antaranya dibakar.
Dua hari sebelumnya juga terjadi penyerangan terhadap warga Ahmadiyah. Tiga orang jemaah Ahmadiyah tewas dibantai di Cikeusik, Pandeglang. Lima lainnya mengalami luka serius. (umi)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Untuk sementara kolom komentar yang ini hanya untuk yang telah terdaftar saja! Kami telah menyediakan FORUM khusus untuk ajang komunikasi sekitar info-info usaha mandiri.