Khitbah secara literaturnya, menurut bahasa yakni dimaksudkan pertunangan, meminang, melamar, secara adat dan syara', tapi bukanlah perkawinan. Ia hanya merupakan mukadimah (pendahuluan) bagi perkawinan.
Khitbah menurut pengamalan orang Arab moden, terutamanya di Jordan pula amat berbeda dengan pengamalan orang bertunang secara klasikal dan juga pengamalan orang Melayu. Ia merupakan “akad nikah” dalam arti kata yang sebenarnya.
Walaupun
nikah gantung ini kelihatan seperti baru dalam negara kita bagi sebahagian pihak, tetapi ia lebih baik dari kita membiarkan anak-anak gadis dan jejaka kita berpelesiran, bergaul bebas lalu akhirnya mereka terjebak ke kancah seks bebas dan penzinaan yang memalukan. Bukan saja maruah keluarga dan agama tercalar, murka ALLAH swt itulah yang paling ditakuti.
Berdasarkan firman ALLAH s.w.t yang bermaksud “Dan kawinkanlah orang-orang bujang [lelaki dan perempuan] dari kalangan kamu dan orang–orang yang soleh dari hamba–hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, ALLAH akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurnia-Nya kerana ALLAH s.w.t Maha Luas rahmat dan kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (An Nuur: Ayat 32).
http://darululumonline.wordpress.com/2012/04/09/nikah-khitbah-alternatif-cegah-masalah-sosial/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Untuk sementara kolom komentar yang ini hanya untuk yang telah terdaftar saja! Kami telah menyediakan FORUM khusus untuk ajang komunikasi sekitar info-info usaha mandiri.